CAT AIR SEBAGAI MEDIA EKSPRESI DALAM SENI LUKIS

BAGIKAN:

facebook twitter pinterest line whatapps telegram

Oleh Agus Purwantoro
Rabu, 05 April 2006 10:43:13 Klik: 13086
Cat air mampu menuangkan ekspresi seniman
Klik untuk melihat foto lainnya...
Laju pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan industri dewasa ini memberikan pengaruh yang sangat besar bagi hidup dan perkembangan budaya bangsa, termasuk didalamnya berbagai bidang seni rupa, mengkhususkan lagi dalam seni lukis dan senimannya.

Berbagai macam hasil produk hadir di dunia, didalam seni lukis saja misalnya dapat kita jumpai berbagai merek cat air yang kesemuanya ini merupakan produksi yang gemilang dari perusahaan industri modern.

Cat air mempunyai sifat-sifat dan keistimewaan tersendiri yang padanya tersimpan potensi-potensi artistik. Akan tetapi seperti telah kita ketahui bersama, cat air juga telah dilupakan oleh seniman-seniman. Dengan demikian makin berkurang hasil karya lukisan cat air, dan seandainya ada maka terbatas pada karya sebagai studi dalam lembaga pendidikan sebab dipandang lebih praktis, murah dan ekonomis.

Akan tetapi terjadinya karya seni bukan hanya melimpahnya material yang tersedia, suatu karya seni dapat terjadi, jika seniman kreatif dalam penyampaian ide, kemampuan teknik yang sempurna, ketajaman persepsi, kedalaman intuisi, imaji dan mampu menggetarkan jiwa serta yang paling pokok adalah suara bathin seniman itu sendiri. Memang cat air hanya material mati. Ia tak akan berarti jika seniman tidak mampu mengolahnya sehingga karyanya yang jadi tak lebih hanya sekedar komposisi.

Keberhasilan pelukis masa lampau seperti Turner, Constable John Marin, Wassily Kandinsky, Affandi, Rusli kemudian lebih jauh lagi seniman Tiongkok mereka mampu menguasai teknik. Dewasa ini yang menjadi persoalan ialah mampukah sang pelukis mem”pribadi”kan dirinya dalam lukisannya ? disamping ia harus sanggup menentang segenap persoalan yang tumbuh dan berkembang sebagai akibat makin meningkatnya perkembangan teknologi dan industri modern apabila hanya menggunakan material cat air, sedang dilain pihak produksi cat minyak berbagai merek lebih unggul dan daya tahannya yang merupakan tandingan cat air. Akan tetapi cat air mempunyai efek yang khusus yang tidak dapat dicapai cat minyak. Nilai transparan yang sangat lembut meliuk, warna dof, texture semu yang dapat dicapai satu kali sapuan kuas memberi kesan estetis yang sulit dicapai materi lain. Dalam seni lukis khususnya cat air tidaklah begitu penting karena seniman lebih cenderung mengekspresikan ide-idekreatifnya dengan material yang lebih relevan. Kenyataan menunjukkan bahwa cat air semakin terpojok dan hanya dilakukan sebagai studi di sekolah (lembaga pendidikan).

Perkembangan

Cat air sudah lama dikenal beberapa abad yang lalu dan bukan merupakan material yang baru. Hal ini dapat kita buktikan pada lukisan cat air pada dinding semen yang tetap tahan iklim kering, walaupun dapat dimusnahkan dengan menyapukan spon basah pada permukaannya.

Perkembangan cat air yang dihasilkan perusahaan tidak hanya terbatas pada satu jenis saja melainkan sudah bermacam-macam cat sintetis, acrilik dan cat tembok yang merupakan produk gemilang di abad ini, bersama munculnya pelukis dari berbagai golongan dan negara terutama dari negara barat, dengan berbagai corak lukisannya memberi makna yang berarti bagi pekembangan seni lukis cat air.

Dari abad ke abad perkembangan cat air semakin menurun dan makin berkurang produktivitas lukisan cat air, ditambah makin meningkatnya produksi cat minyak.

Di Indonesia masih dapat disebut beberapa tokoh yang melukis dengan cat air. Mereka ialah : Raden Abdullah, Rusli, Zaini dan pameran lukisan studi lukis cat air kali ini merupakan salah satu bentuk perkembangan walaupun dalam ruang lingkup studi dari lembaga pendidikan IKIP Padang.

Sifat dan teknik cat air

Diatas telah disinggung serba sedikit bahwa masing-masing material mempunyai sifat dan teknik tersendiri.

Cat air memiliki sifat-sifat transparan dengan warna-warna lembut dan cemerlang dan mempunyai ciri khas yang menandai dan menentukan baik teknik maupun impresinya sebuah lukisan. Mengenai sifatnya dia dibutuhkan lambat kering, itu tidak berarti bahwa si pelukis harus bekerja dengan perlahan-lahan. Lebih dari itu cat air tidak mudah menutup, sehingga tidak dapat menghilangkan warna dasar sifat, yang demikian tidaklah mudah untuk diatasi, jika tanpa latihan yang tekun dan baik, sebab selain bakat latihan juga menentukan berhasil tidaknya penguasaan teknik untuk suatu konsep yang diciptakan. Maka tidaklah mudah kita bayangkan jika kita akan melukis dengan cat air. Dan adalah tugas seniman kreatif untuk mengenal, menghayati, mengetahui dan menguasai agar dapat mewujudkan ide-idenya.

Dapatlah saya simpulkan secara singkat sifat-sifat cat air sebagai berikut :

  1. Cat air mempunyai sifat harus dicampur dengan air.
  2. Cat air mempunyai sifat lambat kering sehingga memungkinkan ekspresif spontan.
  3. Cat air mempunyai sifat tidak menutup, sehingga tidak dapat menghilangkan warna dasar.
  4. Cat air mempunyai sifat transparan.
  5. Cat air mudah terpengaruh oleh suasana sekitar, baik mengenai kelembaban udara, kekeringan ataupun air dan masih banyak sifat lainnya.

Dengan mengenal sifat-sifat tersebut diatas, maka seorang pelukis paling tidak mempunyai bekal dalam menggunakan media ekspresi dalam melukis.

Sifat material ini akan menentukan teknik, dan teknik akan dipengaruhi alat. Variasi-variasi dan metode-metode sangatlah banyak, pelukis Amerika sering mengelompokkan metode dengan mengklasifikasikan metode basah dan kering.

Berbagai metode teknik yang merupakan landasan untuk berkarya bagi pelukis dapat kita saksikan pada pameran studi lukisan cat air ini dengan berbagai eksperimen bahan sejenis cat air, yang mempunyai sifat-sifat yang spesifik, yang tidak dimiliki media lain demikian pula mengetai tekniknya.

Ekspresi dalam seni lukis

Setiap individu tentu mempunyai cara tersendiri dalam mengungkapkan suara bathinnya. Oleh karenanya setiap cara yang digunakan membutuhkan media. Pelukis yang kreatif tentu akan menggunakan material yang cocok untuk mewujudkan idenya yang tidak hanya menyediakan kemungkinan artistik tetapi juga kemungkinan dalam prosesnya penciptaannya.

Seperti apa yang telah diutarakan diatas bahwa material (cat air) adalah benda mati, akan tetapi sebuah lukisan hasil ciptaan bukanlah benda mati. Tapi sebaliknya ia mempunyai gaya dan daya pernafasan sendiri yang dapat dipergunakan sebagai pertanda yang hidup. Sebuah lukisan adalah ekspresi dari seniman (pelukis).

Ekspresi dalam seni lukis sangat menentukan hasil ciptaan suatu karya seni, dan yang akan mewujudkan kata bathin seniman, karena ekspresi tidak dapat dilepaskan dengan kejiwaan dan sikap bathin seniman.

Dengan ekspresi sesungguhnya seorang seniman dapat memimpin atau menginterprestasikan segala pokok pikirannya, maka sejak lahir kepribadian yang paling unik, ekspresi yang ekstrim-pun dapat dipahami dan dimengerti. Oleh karenanya ekspresi dalam seni lukis mempunyai fungsi yang amat penting didalam proses penciptaan seni.

Cat Air Sebagai Media Ekspresi Dalam Seni Lukis.

Sesungguhnya cat air bukanlah material baru dalam seni rupa dan bukan material baru dalam seni lukis.

Dengan diketemukan gua di Altamira tahun 1868 didekat sebuah kota Santander di Spanyol Utara, telah memberi bukti yang sangat jelas tentang telah dipakainya material cat air sebagai material dalam seni lukis. Lukisan disajikan dalam berbagai warna, memang sesungguhnya keinginan manusia untuk menikmati warna-warnas semenjak zaman prasejarah, ia telah menjadi simbol kehidupan. Kemudian pada dinding-dinding bangunan suci orang Yunani dan Mesir, patung-patung di zaman pertengahan, barang pecah belah di China semuanya dihiasi dengan warna. Karena potensi artistik ini maka seni lukis cat air mempunyai ciri tersendiri yang tidak mungkin dimiliki material lain sepanjang sejarah perkembangan seni lukis.

Menempatkan potensi yang demikina ke dalam bidang seni lukis memang tidak mudah. Sebab kecuali membutuhkan kreativitas, juga sangat membutuhkan kerterampilan teknik yang lebih matang, jika tidak maka hasilnya seperti mencoba-coba saja. Jikapun media cat air dimaksudkan sebagai media ekspresi dalam seni lukis maka sesungguhnya seorang seniman akan selalu dihadapkan kebeberapa persoalan yang sangat penting disaat menghadirkan karya seni.

Sebuah pernyataan seni bukanlah sekedar pernyataan kosong, sebuah karya seni merupakan ekspresi bathin senimannya, sekalipun dalam proses mewujudkannya dirangsang oleh bermacam faktor, seperti faktor sosial, ekonomi, politik, kebudayaan, teknologi, dll. Disamping rangsangan dalam diri seniman itu sendiri.

Memang sebagai sarana ekspresi cat air sangat membutuhkan keahlian dan kesempurnaan teknik dan tanpa memperhatikan hal ini maka akan gagal mengekspresikan ide-idenya.

Sehubungan dengan itu maka justru sangat perlu untuk menghidupkan gairah dan semangat untuk melukis dengan material cat air, apalagi disaat hasil karya lukisan cat air benar-benar menjadi sangat berkurang bahkan tidak ada sama sekali. Pada masa sekarang banyak seniman cenderung untuk memilih material lainnya yang dianggap lebih relevan untuk mengekspresikan ide-idenya bahkan tejadi metode assembling dalam seni lukis seperti kita lihat pada pameran kali ini yaitu materal sejenis cat air : cat akrilik, cat tembok, poster, bahkan kesumba (gincu), sari warna, dan lainnya.

Kenyataan menunjukkan bahwa banyak pelukis meninggalkan cat air ini, dan menggantinya dengan cat minyak atau cat lainnya, tidak berarti bahwa cat air dalam sejarah perkembangannya seni lukis telah hilang sama sekali, seni lukis cat air akan tetap bertahan, hidup dan berkembang pada masa yang akan datang, walaupun hanya dilakukan oleh segolongan pelukis dalam jumlah yang paling kecilpun.

Oleh karena itu agar kehidupan seni lukis cat air pada masa yang akan datang maju dan berkembang lebih baik, adalah menjadi tugas masing-masing pelukis untuk memperjuangkannya.

Penutup

Berdasarkan sedikit uraian diatas maka dapat kami simpulkan bahwa cat air mempunyai keuntungan dan kelemahan sehingga cat air kurang disukai karena :

  1. Kecendrungan seniman untuk memilih material lain yang dianggap paling cocok untuk mengekspresikan ide-ide.
  2. Cat air tidak dapat memberi kesan ekspresi yang kasar 
  3.  Menurut ukurannya menggunakan kaca, hardboard dan pigura sebagai perlengkapannya, sehingga kurang produkitf.
  4. Ketahanan bahan melukis terbatas pada kertas dan itupun kurang terjamin, yang biasanya kertas makin lama makin mengering dan kuning, walaupun kecermelangan warna mampu bertahan 
  5.  Teknik cat air merupakan teknik yang paling sulit.
  6. Bila berlatih hanya satu teknik adalah cukup sulit dan memakan waktu (tidak efisien). Lebih lagi teknik itu belum tentu memberikan kepuasan.
  7. Penggunaan cat air terbatas pada studi saja.
  8. Kurang penghargaan dan minat untuk memiliki karya cat air ketimbang cat minyak.

Walaupun demikian cat air sesungguhnya memiliki potensi nilai-nilai artistik untuk mengekspresikan ide-ide ke dalam suatu ciptaan seni.

Kesimpulannya adalah : 

  1. Cat air sebagai media ekspresi dalam seni lukis justru sangat perlu demi hidup, maju berkembangnya cabang seni lukis itu sendiri.
  2. Cat air sebagai media ekspresi di dalam seni lukis justru dapat dipertanggungjawabkan, baik mutu maupun nilai artistiknya karena memiliki potensi keindahan dan sifat tersendiri yang tidak dimiliki material lainnya.
  3. Seniman harus kreatif dan menguasai teknik yang sempurna.
  4. Cat air mampu manjadi sarana di dalam proses penciptaan, sebagaimana halnya material lainnya. 
  5.  Cat air lebih praktis dan ekonomis.

Daftar bacaan

  1. Crawson, Alwyn, ‘How to Paint with Water Colors”, First Published by Collins, Glasgow and London, 1979.
  2. Kautsky, Ted. M.A., “Ways with Water Colors”. Reindhold Publishing Corporation, New York. 1953.
  3. Purwantoro, Agus, Drs., “Bahan dan Teknik dalam Seni Lukis”. FPBS IKIP Padang, 1989.
 
Berita Lainnya
    Login
    Username:

    Password:

      Registrasi?
    Selamat Datang Tamu!
    Guest(s)online: 2

    No Members are currently logged in.
    Advertorial