17 Ramadhan Heroik Perang Badar

BAGIKAN:

facebook twitter pinterest line whatapps telegram

Oleh Arif Budiman
Rabu, 11 Oktober 2006 08:03:45 Klik: 3264
tempo Rasulullah SAW memerintah tidak terlepas dari gempuran kaum Quraisy, yang tidak senang terhadap berdirinya agama Allah yaitu Islam. Kerap kali, banyak korban berjatuhan dari kebrutalan kaum Kafir tersebut, sampai-sampai Rasulullah pernah mendapatkan perlakukan yang amat kejam. Perperang, demi perperangpun tak bisa dielakkan. Tapi dari sekian banyak perang bertumpahan darah, Perang Badar lah yang paling heroik. Perang ini merupakan perang besar pertama yang menjadi pondasi kuat dari kekokohan Islam di bumi Arab. Perang badar pecah 17 Ramadhan tahun ke 2 Hijiriah, bertepatan pada peringatan Nuzulul Al Qur’an, hari dimana Allah mewahyukan kitap suci Al Qur’an pertama kalinya kepada nabi Muhammad SAW. Melirik asal nama perang badar, bermula dari tempat berlangsungnya perang yaitu di bukit Badar, yang terletak 120 kilometer barat daya kota Madinah. Pada perang ini pasukan Musyrikin berjumlah sekitar 920 orang sedangkan laskar Muslim berjumlah sekitar 313, lebih banyak kaum Quraisy dari pada kaum pengikut Rasul. Namun dilain riwayat, juga menyebutkan kalau kaum Quraisy berpasukan 1000-an orang lebih dan kaum muslim, hanya sepertiga dari kekuatan pasukan Quraisy. Perang Badar berawal dari bentroknya pasukan muslim dan Quraisy. Suatu ketika salah satu pasukan dari Islam dikomandoi Hamzah hampir bakuhantam dengan kaum Quraisy yang dipimpin oleh Abu Jahal. Peristiwa serupa juga dialami oleh pasukan Ubaidah Bin Harist dengan Abu Sufyan. Hingga timbulnya tindakan licik pasukan Kurz bin Jabir dari Mekah yang menyusup masuk menyerang pinggiran kota Madinah. Mengakibatkan banyaknya terjadi rampasan terhadap hewan ternak, tapi pasukan Islam tak tinggal diam saja, laskar jihat tersebut melakukan pengejaran. Peristiwa bentrok kembali terjadi dibulan Rajab, bulan dimana diharamkan untuk berperang, antara Abdullah bin Jahsy dengan seorang kafilah dagang dari Quraisy bernama Amir bin Hadzrami, menyebabkan salah satu tokoh Quraisy itu tewas tertusuk busur anak panah. Mendengar kabar kembalinya terjadunya bentrok kaum Quraisy dan muslim, membuat nabi Muhammad SAW mengambil tindakan tegas. Beliau menyadari kalau kaum Quraisy tidak akan tinggal diam terhadap tewasnya Amir bin Hadzrami. Maka diambillah inisiatif oleh pemimpin umat Islam itu untuk memotong jalur perdagangan kaum Quraisy ke negeri Syam, tagetnya ialah agar pasukan Abu Sofyan tak masuk kota Madinah. Tapi kejadianya lain, pasukan Abu Sofyan berjumlah 40 bala tentara malahan berhasil lolos menembus barisan brikade Muslim, tanpa pikir panjang salah satu utusan dari Quraisy berhasil memanggil 1000-an pasukan Quraisy. Maka pecahlah perang badar saat itu. Perlawanan panas dari perwira-perwira yang bertikai, satu lawan satu terjadi buncah. (Ini merupakan salah satu tradisi bangsa arab yang jika bertengkar selalu satu lawan satu). Gelanggang perang dari pihak Quraisy turun dua perwira bersaudara Utbah bin Rabi’ah, Syaibah bin Rabi’ah dan Walid bin Utbah. Serta dari gelanggang Islam turun Hamzah bin Abdul Muthalib, Ali bin Abi Thalib dan Ubadah bin Al-Harist. Enam lakon perang itu adu jotos, dengan izin Allah pihak Islam berhasil melumpuhkan tiga penjahat Islam itu dengan bersimbah darah. Pasukan perang Quraisy yang berjumlah hampir 1000 orang tersebut berhasil di pukul mundur sebelum sore menjelang berbuka. 70 orang Quraisy mati terbunuh dan 70 orang lainya menjadi tawanan perang. Sementara itu dari pihak Islam 14 tentara mati sahid dari 6 kaum Muhajirin dan 8dari Ansor. Syukur atas kemenagan itu disambut gembira diiringin ucapan Shalawat Badar. Sedangkan bagi tawanan perang mesti menaati peraturan. Membayar tebusan sesuai yang disepakati yaitu uang seribu sampai empat ribu Dirham. Paska perang Badar ini, Islam lebih mendapatkan kedudukan yang terhormat di tanah Arab. “Sungguh Allah telah menolong kamu dalam perperangan badar, Padahal kamuadalah orang-orang yang lemah. Karena itu bertaqwalah kepada Allah supaya kamu mensyukuri-Nya” QS. Ali Imran:123. (Arif Budiman/SMKN Padang, berbagai sumber) .
 
Berita Berita Pendek Lainnya

Video Pilihan


Herisman Tojes Pelukis Nasional Surealisme dari SMKN 4 ...

Company Profile Program Pendidikan Inklusi SMKN Padang

Profil Jurusan Desain Komunikasi Visual SMK N 4 Padang

Profil Jurusan Multimedia SMK N 4 Padang

DESAIN INTERIOR SMKN 4 PADANG SIAP PASARKAN PRODUK ...

Saka Pandai Sikek ...

Kendaraan Tradisional Bendi di Sumbar (Film Dokumenter ...

Angkatan 2019 Kriya Kreatif Batik dan Tekstil SMKN 4 ...
Login
Username:

Password:

  Registrasi?
Selamat Datang Tamu!
Guest(s)online: 3

No Members are currently logged in.
Advertorial