Sekarang, SSRI/SMSR/SMKN 4 Butuh Bantuan Alumni

BAGIKAN:

facebook twitter pinterest line whatapps telegram

Oleh arif
Senin, 05 Mei 2008 17:21:13 Klik: 3598
SMKN 4 Padang
Klik untuk melihat foto lainnya...
Kerja keras SMKN 4 Padang (SMSR Padang) untuk meraih pengakuan ISO 9001:2000 bidang Sistem Manajemen Mutu (SMM) makin menunjukkan hasil yang menggembirakan. Keseriusan seluruh warga sekolah senirupa itu untuk mewujudkan manajemen mutu sekolah yang terstruktur dan terukur rapi diakui oleh pihak konsultan dari SMKN 6 Padang. Ariswan, S.Ag, M.Pd, koordinator konsultan SMKN 6 mengatakan, grafik kemajuan SMKN 4 Padang untuk meraih sertifikat ISO yang direncanakan terwujud Juni mendatang sudah memperlihatkan hasil prima.

"Untuk tahap sekarang, penyusunan sistem prosedur sudah selesai, mulai dari Manual Mutu, Prosedur Mutu hingga Intruksi Kerja sudah terdokumen dengan baik. Diharapkan untuk kedepanya ini tidak saja sekedar seremonial, tapi betul-betul bisa diaplikasi serta mendapat dukungan penuh dari seluruh warga sekolah, seperti guru, siswa, orang tua siswa serta komite sekolah yang tak kalah pentingnya," ujar Ariswan, konsultan dari SMKN 6.

Ditambahkan Ariswan, sistem secara teori di SMKN 4 sudah membaik. "Kita akui teorinya dalam hal ini dokumen-dokumen mutu sudah oke. Untuk aplikasi atau prakteknya kita tunggu saja. Tindakan-tindakan yang akan dilakukan pihak sekolah terhadap komitmen yang sudah mereka buat dan sudah didokumenkan secara terukur," tukasnya.

BUTUH DANA

Untuk perolehan pengakuan ISO 9001:2000 SMKN 4 Padang berencana akan menggandeng badan sertifikasi asal Australia SAI Global. Direncanakan Juni 2008 ini SMKN 4 sudah mendapat pengakuan tersebut. "Kita targetkan Juni, artinya tahun ajaran besok, 2008/2009 SMKN 4 Padang sudah memiliki SMM yang diakui dimata internasional," ungkap Indriyedi Bakri, S.Pd, MT Wakil Manajemen Mutu (WMM) SMKN 4.

Disamping itu, ujar Ariswan, untuk mewujudkan keinginan warga sekolah meraih ISO 9001:2000, membutuhkan dana yang sangat besar. "Sedikitnya sekolah harus menyiapkan dana sebesar 150 juta untuk membayar badan sertifikasi nanti dan keperluan lainya," katanya dihadapan unsur pimpinan SMKN 4 Padang.

"Kita mengharapkan pula perhatian dari Dinas Pendidikan Kota Padang dan Diknas propinsi Sumbar untuk bisa membantu SMKN 4 Padang meraih pengakuan manajemen mutu itu, diantaranya dalam segi pendanaan untuk membayar badan sertifikasi nanti. Perlu diketahui untuk SMK senirupa hanya SMK 4 atau SMSR satu-satunya SMK senirupa di Sumatera Barat bahkan Sumatera. Tentu karena hanya ada satu, kita hendaknya diperhatikan lebih. Pasalnya sekolah ini memiliki kontribusi lebih nantinya buat Sumatera Barat jika diperhatikan dan dibina secara baik dan berkelanjutan," harap Indriyedi yang dibenarkan Ariswan.

Sementara itu, Hj. Nirmawati, S.Pd yang kini dipercaya menjadi wakil bidang Humas, sangat mengharapkan sekali bantuan dari para alumni SSRI/SMSR/SMKN 4 yang sudah sukses di luar sana.

“Hendaknya ada perhatian dari mereka terhadap sekolah kita ini. Kami dari segenap keluarga besar di sekolah sudah berusaha semaksiaml mungkin untuk menata kembali sekolah kita ini. Salah satu bukti tahun ini jumlah siswa sudah mencapai 300 orang. Sedangkan tahun lalu kurang dari 100 orang. Itu kemajuan yang kita capai bersama. Nah, sekarang ini bagaimana kita berupaya untuk mempertahankan kemajuan tersebut serta memeliharanya,” terang guru jebolan SSRI ini.

Tak hanya itu, Nirmawati juga memaparkan, untuk memelihara kemajuan tersebut dilaklukan salah satunya dengan memantapkan manajemem mutu sekolah melalui ISO 9001:2000 yang sedang diupayakan tercapai tahun ini. “Yah, kendalanya masih bergelut disitu-situ juga yaitu dana. Nah disini, kami minta bantuan dari para alumni, untuk beri "iya-iya" sesama alumni bagimana sekolah sedikit, banyak bisa terbantu. Kapan lagi bakti kita buat sekolah tercinta ini kita laklukan,” ajaknya.

PERUBAHAN SELAMA ISO

Perubahan besar yang terasa selama berkomitmennya warga SMKN 4 terhadap ISO, terlihat dengan telah tersusun rapinya lalu lintas dokumen-dokumen sekolah. "Dokumen-dokumen sekolah telah tersusun rapi, artinya tidak campur aduk lagi "gado-gado","terang Ariswan yang memantau kelengkapan dokumen di SMK 4.

Bisa dibuktikan, di ruangan tata usaha terlihat jejeran rapi dokumen-dokum guru dan pimpinan sekolah dalam sebuah rak lemari. Jika ingin melihat profil guru cukup melihat abjad nama paling depan saja. Disamping, itu meja dan lemari guru sudah dicantumkan nama pemiliknya. Artinya dengan dicantumkan nama tersebut, guru sebagia pemilik lemari atau meja tersebut harus merawatnya dengan baik.

Disisi lain bisa dirasakan dari berkurangnya jumlah siswa yang terlambat, sejak diterapknya ISO. "Saat ini jumlah siswa yang terlambat mengalami kekurangnya yang drastis. Sebelum ISO jumlah siswa datang terlambat datang sekolah dari jadwal yang ditentukan 07.20 WIB dan waktu tenggang 10 mencapai puluhan orang sekitar 50 persen terlambat. Sekarang hanya 5 persen siswa yang terlambat dan bisa dihitung jari. Begitu juga guru, yang sudah mulai menerapkan disiplin hadir tepat pada waktunya. (***)

 
Berita Aktual Lainnya

Video Pilihan


Desain Interior dan Teknik Furnitur SMK N 4 Padang

YANG TIDAK HIJAU - SHORT MOVIE

Herisman Tojes Pelukis Nasional Surealisme dari SMKN 4 ...

Liyonkey Khoiri - Lurus Hati (feat. Jessya Iralivany ...

Model Pembelajaran Problem Based Learning

Hans De Kraker KAMPANYE FILM INDONESIA DI SMKN 4 PADANG

SMK PK Skema Pemadanan “ Kolaborasi Pendidikan Vokasi ...

Cara memilih sekolah lanjutan pada PPDB Online Sumatera ...
Login
Username:

Password:

  Registrasi?
Advance
Selamat Datang :
Guest(s): 0
Member(s): 0
Total Online: 0
NISN
test