Kilas Balik Melukis Bersama di Sekolah

BAGIKAN:

facebook twitter pinterest line whatapps telegram

Oleh Erianto Anas
Sabtu, 21 April 2007 09:15:36 Klik: 2401

Pada mulanya tak satu pun guru SMK N 1 Ampek Angkek yang melukis  di sekolah. Tetapi sekarang, setidaknya ada 9 guru yang  melukis di sekolah, meskipun dengan tingkat keaktifan yang berbeda.

 

Kegiatan melukis bersama ini bukan terjadi  secara tiba-tiba.  Ide ini pertama kali dicetuskan oleh Amrianis (Mak Adang) pada awal tahun 2005 lalu. Dalam berbagai kesempatan, baik di kantor, di warung, maupun di dalam kelas seusai menerangkan pelajaran, ia sering melontarkan hal ini. Tetapi saat itu ide ini tidak mendapat sambutan.

 

Meskipun demikian  Amrianis tetap menyerukan hal ini setiap ada kesempatan, bahkan dengan gaya bicaranya yang meledak-ledak ia sering berkata: Sayang sekali jika potensi kita ini hilang begitu saja. Sebagai pembuka jalan dan  pemancing inspirasi, kita bisa mulai secara bersama-sama di sini. Kita punya kawan yang jago melukis ( Ramizal). Kita bisa mulai dari yang sederhana dulu. Misalnya untuk tahap awal kita sepakati semuanya melukis pemandangan dulu. Bila perlu kita ikuti persis bagaimana Pak Ramizal melukis. Tidak masalah, sambil kita memancing yang sudah lama terpendam. Jadi di samping suasananya mengasyikan , kita juga bisa saling belajar dan bertukar pikiran.

 

Seperti biasa, seruan-seruan Amrianis ini tetap tidak mendapat tanggapan. Malah banyak yang memperkirakan bahwa ia akan kapok sendiri dengan segala ajakannya.

 

Karena tidak ada yang merespon akhirnya (pertengahan 2005) tanpa mengajak siapapun ia mulai membuat kanvas sendiri di sekolah. Begitu kanvas itu selesai ia juga langsung melukis sendiri, yang waktu itu dilakukannya di kantor Daskri lama (Ruang Kreativitas) setiap jam istirahat dan selesai mengajar. Spontan waktu itu banyak yang kaget dan berbondong-bondong melihatnya melukis.

 

Tetapi kekagetan tinggal kekagetan. Satu pun tidak ada yang mengikuti  jejaknya. Kecuali beberapa waktu kemudian, baru  menyusul Pak Zaglul Fuadi melukis  di sampingnya. Tetapi itu  pun hanya berlangsung beberapa waktu dan akhirnya kembali lagi Pak Amrianis melukis sendiri.

 

Waktu terus berlalu dan obrolan seputar seni juga terus  berlangsung dalam berbagai kesempatan, bahkan semakin hari  semakin marak. Rata-rata yang sering terlibat dalam diskusi-diskusi santai ini adalah  Amrianis, Asril,  Ramli, Ramizal, Yusrizal, Zulkifli Mukhtar (Menik) dan saya sendiri. Tetapi seperti biasa yang paling getol di setiap diskusi ini adalah Amrianis.

 

Karena sering dibicarakan bahkan dihembus-hembuskan akhirnya secara perlahan  mulai ada yang tertarik. Sedikit demi sedekit, lama kelamaan,  semangat itu  juga menular dan membesar. Akibatnya  di akhir tahun 2005

 

 

M. Ramli, Asril, Yusrizal dan saya sendiri  tergerak untuk membuat kanvas secara bersama, meskipun dalam pengerjaannya agak tersendat-sendat di sela-sela berbagai kesibukan. Begitu kanvas itu selesai mulailah Ramli, Asril dan Yusrizal melukis di sekolah. Beberapa hari kemudian  Ramizal pun juga memboyong kanvasnya ke sekolah, yang waktu itu ukurannya sempat mencengangkan (3 x 1,5 m).  Tak lama kemudian secara berturut-turut juga menyusul  Zulkifli Mukhtar , Elfiandi dan akhirnya saya sendiri (pertengahan Januari 2006).

 

Sejak saat itu, maka total guru yang melukis di sekolah sudah berjumlah 9 orang. Semuanya merupakan guru-guru seni rupa yang kebetulan juga alumni dari Institusi Seni Rupa (ISI Yogyakarta dan IKIP Padang). Kesembilan orang ini biasnya ramai melukis pada hari Rabu dan Kamis,  pada jam istirahat dan seusai jam mengajar. Tetapi tidak jarang sebagian diantaranya karena keasyikan, kadang juga melukis sampai jam 10 malam. Tetapi secara umum biasanya kegiatan ini berakhir menjelang Magrib.

 

Karena sudah ramai maka suasana melukis pun menjadi meriah. Sambil melukis juga bergurau, berdiskusi, bahkan saling mengkritik demi sebuah kemajuan.  Bahkan tanpa disadari kesempatan itu juga mengalir menjadi wadah  diskusi santai dan hangat dengan berbagai topik yang menarik. Kunjungan beberapa guru lain yang meskipun tidak ikut melukis ikut menambah semarak suasana, seperti Zulfahmi dan  Maiwandrit, apalagi Muslihul Akbar yang selalu dinanti-nantikan kehadirannnya, karena begitu ia datang biasanya diskusi menjadi tambah seru dan heboh. Sejak saat itu pula hubungan persahabatan satu sama lain makin lama makin mencair, seolah-olah sedang tebentuk sebuah ritual baru yang mengasyikan, yang sebelumnya sudah terlalu rutin dan terpaku dengan kesibukan formal.

 

Tak lama kemudian kegiatan melukis bersama ini juga tersiar bahkan juga dikunjungi oleh pihak luar yang berempati. Herisman Tojes misalnya, seorang pelukis dan guru SMK N 4 Padang, pernah berkunjung dan omong-omong semalam suntuk dengan Amrianis yang kebetulan juga menginap setiap Selasa malam di sekolah.  Kemudian seorang pelukis sekaligus pemilik Army Gallery di Tanjung Alam (Army),  juga pernah bergabung melukis bersama sehari penuh. Beberapa nama lain yang pernah berkunjung  adalah: Hendra (pemilik Dayang Gallery di Cenkaring), Syarif (pemilik Jati Perabot di Kapas Panji), Ragil dan Mardi (pelukis dan pemilik Rama Gallery di Pinang Balirik) dan beberapa pelukis lainnya.

 

Singkatnya, kegiatan yang berawal dari sebuah keisengan dan tanpa  bentuk ini ternyata telah memicu sebuah kebersamaan dan kreativitas yang tak pernah ditargetkan. Hingga saat ini jumlah total lukisan secara kolektif kelompok melukis bersama ini sudah lebih 30 buah (di luar hitungan lukisan Ramizal, Zulkifli Mukhtar dan Amrianis yang sudah terjual). Itulah sebabnya ketika Pak Rayendra (Waka Hubind dan Panitia Pameran TA dan Promosi Sekolah) menawarkan untuk mengadakan pameran lukisan seiring program tahunan sekolah ini cukup mendapat sambutan dari kawan-kawan. Karena lukisan-lukisan yang hendak digelar toh sudah tersedia, tinggal mengemas dan mengelolanya menjadi sebuah pameran yang layak dipersembahkan. Boleh dikata bahwa pameran ini merupakan hari baik bulan baik bak gayuang basambuik.

 

Namun demikian, tidak ada niat apalagi ambisi yang muluk muluk di balik pameran ini, kecuali sebuah harapan  sederhana, semoga pameran ini dapat mengetuk kesadaran kita bersama bahwa sebuah talenta, yang tentu saja anugrah dari Yang Maha Kuasa,  pernah sama-sama terlupakan. Dan kini, sudah saatnya kita menjemput talenta itu kembali!

Sumber : Katalog Pameran Lukisan (Menjemput Talenta)

                SMK N.1 Ampek Angkek

 
Berita Pendidikan Lainnya

Video Pilihan


Peringatan Hari Ulang Tahun SMKN 4 Padang ke 57

Kucing Ayu Asri

Profil Jurusan Seni Patung SMKN 4 Padang

Film Animasi No Mercy Karya siswa SMKN 4 Padang

Masterclass Cinematography (Benny Kadarhariarto) di ...

Model Pembelajaran Problem Based Learning

SMKN 4 PADANG BEKERJA SAMA DENGAN TNI UNTUK MENCIPTAKAN ...

Upacara Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ...
Login
Username:

Password:

  Registrasi?
Advance
Selamat Datang :
Guest(s): 0
Member(s): 0
Total Online: 0
NISN
test