Menjajaki Minat Seni Rupa Melalui Apresiasi Seni

BAGIKAN:

facebook twitter pinterest line whatapps telegram

Oleh Agus P
Kamis, 22 September 2005 00:39:00 Klik: 11633
Berbagai upaya telah ditempuh guna meningkatkan wawasan seni khususnya seni rupa, dalam menjajaki minat seni rupa melalui apresiasi seni. Usaha untuk menjembatani kesenjangan komunikasi antara seniman pencipta),karya seni dan masyarakat dapat dilakukan melalui pameran senirupa, pasar seni, diskusi seni rupa, pembahasan surat kabar, majalah dan masih banyak lagi, namun sampai sejauh mana minat masyarakat (awam, pelajar, senirupawan) dalam berkesenian ?

Seni merupakan ekspresi seniman (pencipta) dan hasil karya seni merupakan cerminan daripada pengamatan dan perasaan yang tidak hanya dinikmati oleh dirinya, karena seniman hidup diantara masyarakat. Oleh karena itu haruslah dinikmati oleh masyarakat.

Melalui apresiasi senilah dapat dijajaki minat seni rupa, disamping memperkenalkan karya seni ciptaan seniman dengan harapan dapat memberi penghargaan selayaknya dan mereka dapat mengerti tentang proses penciptaan karya seni.

Suatu persoalan lagi yang perlu diperhatikan, masih banyak diantara masyarakat kita yang belum dapat menghargai seni maupun arti yang sesungguhnya dari pendidikan kesenian (seni rupa). Hal ini merupakan salah satu contoh bahwa taraf apresiasi masih kurang.

Masalah apresiasi seni penting artinya bagi masyarakat. Juga bagu seniman. Masing-masing akan dapat memperoleh kepuasan berupa kesenangan, kegembiraan dan lain-lain. Apabila hubungan antara seniman dan masyarakat bisa akrab, maka masing-masing akan bergairah. Seniman akan bergairah lagi dalam berkarya karena merasa dihargai karya-karyanya, begitu pula masyarakat bergairah karena imajinasi dapat dijelmakan walaupun melalui orang lain.

Dalam menjajaki minat seni rupa diperlukan kerja sama yang baik bahwa seniman dan karyanya akan berkembang dengan semestinya apabila mendapat dukungan masyarakat, sebaliknya dapat mengajak masyarakat ke arah kreativitas dan sensitifitas (peka) melalui karyanya, namun sejauh mana peranan apresiasi seni dalam menjajaki minat seni rupa?.

Sedikit uraian

Apresiasi dalam bahasa Inggris "appreciate"? artinya menghargai atau penghargaan, penikmatan karya seni dengan adanya pengertian yang baik. Aristoteles (filsuf Yunani) mengatakan, penikmatan yang paling luhur adalah penikmatan intelektual, yaitu bahwa penikmatan seni tidak cukup dengan mutu kerya semata-mata, tetapi dengan tinjauan seluk beluk karya seni dibutuhkan sesuatu bekal kemampuan tertentu, yang didasari suatu pengetahuan tentang seluk beluk karya seni.

Witherington dalam Education Psychology mengatakan bahwa apresiasi ialah kesanggupan mengenal atau memahami suatu nilai yang terletak dalam daerah nilai luhur, apresiasi adalah kesediaan untuk menerima terhadap nilai tertentu dalam setiap fase kehidupan manusia. Dalam apresiasi berlaku tindakan menyadari, menyeleksi bahkan rekreasi atau mencipta kembali.

Ciri-ciri rasa apresiasi

Apresiasi dalam pengajaran seni rupa adalah merupakan wujud penerapan pendidikan estetika dengan kata lain pengalaman estetika seseorang perlu dikembangkan, dan salurannya yang pas adalah kegiatan apresiasi (dikutip oleh Muhajir Nadhiputro dalam Warta Scientia, Januari 1990). Lebih lanjut ditegaskan bahwa melalui kegiatan ini kepekaan rasa (sensitivitas) ikut berkembang pula dan pada gilirannya akan menghadiahkan seperangkat nilai sikap yang sangat manusiawi kepada siswa. Kegiatan apresiasi adalah kegiatan yang bersifat psikologis (oleh karenanya tidak nampak) tetapi daripadanya diharapkan dapat membangun sikap atau perilaku siswa yang meskipun tak bersifat fisik namun dapat diamati. Seyogyanyalah kegiatan apresiasi seni dalam peningkatannya yang sempurna dimengerti sebagai penghayatan total, bukan hanya mengembangkan rasa tetapi juga mengembangkan pikiran. Dalam pengajaran apresiasi tidak bersifat pasif terlena dalam penikmatan rasa, akan tetapi bersifat aktif bahkan kreatif. Bagi seorang apresiator yang sedang melakukan penghayatan, betapapun juga tak cukup puas dengan kenikmatan rasa yang diperoleh dari karya seni dihadapannya. Dia akan coba memahami dengan menafsir-nafsirkan makna dan mencari nilai yang dikandung oleh karya seni tersebut untuk sampai pada suatu penghargaan sebagaimana mestinya.

Selanjutnya ciri-ciri rasa apresiasi dijelaskan lebih lanjut oleh Primadi, ITB 1978 bahwa rasa apresiasi seseorang yang dihadapkan pada suatu karya, berhubungan dengan ciri-ciri kreasi karya tersebut, yang meliputi kejutan (surprise), empati, rasa betul-estetis, simpati, rasa benar, etis, terpesona dan terharu.

Kejutan (Surprise)

Apabila kita terjadi rasa apresiasi kejutan saat berhadapan dengan karya seni, maka ciri karya tersebut merupakan ciri pribadi penciptanya. Kejutan tak cukup untuk menunjukkan mutu suatu karya, yang menunjukkan rasa kejutan spontan hanya memancing kejutan saat jumpa pertama kali, tapi bisa bosan setelah duatiga kali melihatnya.

Empati

Bila kejutan adalah jatuh cinta pertama pada suatu karya seni , maka kita mengalami rasa apresiasi empati utama dan rasa seempati biasa yaitu baru belakangan kita jatuh cinta setelah lama kenal.

Rasa-betul-estetis

Dalam apresiasi terhadap karya seni (seni rupa) rasa betul estetis melalui proses rasionil, karena estetika dapat didekati sebagai ilmu pengetahuan.

Simpati

Suatu karya seni selain membangkitkan rasa empati juga rasa simpati yang berhubungan dengan etika atau isi pesan/conten suatu karya. Simpati merupakan proses intuitif dan terjadi setelah kita mengamati karya tersebut.

Rasa-benar-etis

Untuk mencapai rasa benar etis melalui proses rasionil, dimana rasa apresiasi sebagai apresiator dapat mengerti jalan cerita karya seni dan dapat menghayati suatu karya seni.

Terpesona

Pada umumnya empati muncul lebih dulu dari simpati, dan apabila karya seni mampu membawa apresiator mencapai empati dan simpati, maka karya tersebut akan segera membawa apresiator mencapai rasa apresiasi terpesona yang merupakan penghayatan atas ciri karya seni

Terharu

Suatu karya seni yang mampu menyebabkan kita mencapai puncak rasa apresiasi adalah rasa terharu, yaitu meleburnya rasa empati, simpati terpesona menjadikan penghayatan secara total. Dari uraian tentang apresiasi baik dalam pengajaran maupun ciri-ciri apresiasi dapatlah disimpulkan bahwa apresiasi seni tidak hanya menghargai suatu karya seni akan tetapi diperlukan suatu pengetahuan tentang seluk beluk karya seni rupa dan kepekaannya terhadap nilai-nilai seni.

Dalam pengajaran seni rupa, untuk membangkitkan minat senirupa bagi siswa tidak hanya merupakan kegiatan psikologis yang seolah-olah tidak tampak tetapi mempunyai sifat aktif dan kreatif. Tumbuhnya minat seni rupa melalui apresiasi seni sangat dipengaruhi oleh ciri-ciri rasa apresiasi, sehingga dapat kita jajaki sejauh mana minat terhadap seni rupa melalui apresiasi seni.

Cara menjajaki minat seni rupa

Guna menjajaki minat seni rupa dapat ditempuh dengan beragam cara antara lain :

Pameran seni rupa

Cara ini memungkinkan apresiator (publik) dapat berdialog langsung dengan karya seniman, yang memungkinkan akan lebih tersentuh rasa estetisnya karena berhadapan secara langsung. Dan apabila publik mempunyai minat yang tinggi (kritis sekali), biasanya langsung dapat menanyakan kepada seniman apa-apa yang dihasilkan. Hubungan timbal balik ini secara komunikatif merupakan langkah yang dinamis dalam menjajaki minat seni rupa.

Pembahasan media massa

Melalui pembahasan surat kabar (koran) akan dapat menjangkau ke seluruh pelosok tempat, yang mengulas kegiatan seni rupa dengan demikian dapat mendidik apresiasi. Seringnya rubrik tentang seni rupa, maka lambat laun minat masyarakat terhadap seni rupa dapat berkembang.

Berkurangnya minat seni rupa karena masih banyak anggapan bahwa seni hanya dimengerti oleh orang-orang yang berbakat seni saja, karenanya mereka bersikap acuh tak acuh dan karena itulah koran dapat dengan mudah mendekati minat apresiasi secara umum.

Majalah

Ini sebenarnya sama saja dengan koran dan majalah dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu majalah biasa dan khusus. Adapun majalah biasa hanya membahas secara sepintas kilas dan dalam uraiannya tidak terlalu mendetail dikarenakan ruang kolom sangat terbatas.

Majalah khusus adalah mengupas secara khusus tentang kesenian, mengomentari dan sebagainya seperti majalah Budaya, Horizon, Titian dan lain-lainnya.

Buku-buku seni rupa

Buku-buku biasanya memuat masalah seni rupa sejelas-jelasnya, baik mengenai biografi, kehidupan, latar belakang, gaya karya seni, jensi, foto yang biasanya termuat secara lengkap. Buku-buku asing sebaiknya diterjemahkan sehingga minat untuk membaca tidak kesulitan dan dapat dimengerti.

Pasar seni

Pasar seni (Art Fair), pada umumnya disamping dipamerkan karya seni dari seni murni dan terapan juga sekaligus menjual barang-barang seni. Fungsi dari pasar seni ini disamping menonton dan membeli karya seni juga mendidik apresiasi dan minat terhadap karya seni. Seperti biasanya pasar seni ini lebih banyak dapat mengumpulkan penonton dari pada pameran yang diselenggarakan di gedung tertentu, maka kegiatan pasar seni ini sangat baik untuk menjajaki minat terhadap seni rupa. Dengan seringnya diadakan pasar seni maka akan semakin mendekatkan antara seniman dan masyarakat.

Film seni rupa dan slide

Cara ini juga merupakan cara untuk menjajaki minat terhadap seni rupa publik. Dengan memperkenalkan karya-karya seni rupa akan lebih komunikatif melalui film atau slide karena hasilnya proyeksi bergerak hidup dan slide gambarnya diam. Ada baiknya film dan slide ini diputar bagi mereka yang masih kurang minatnya tentang seni rupa.

Diskusi seni rupa

Cara ini biasanya dilakukan setelah acara usai atau dirancang secara khusus. Kegiatan diskusi ini biasanya kebanyakan dihadiri oleh mereka yang intelek, sedangkan orang awam jarang terdapat disini. Dalam diskusi ini lebih banyak memancing emosi dan minat, sehingga dapat menambah pengalaman dari masing-masing peserta. Oleh karena diskusi seni rupa ini tempat berdebat saling menjajaki kemampuannya yang memerlukan rasio, bahkan kadang-kadang emosipun turut meledak.

Art centre, Gallery, Museum.

Ketiga tempat ini memungkinkan penonton dapat menikmati setiap saat. Semuanya ini adalah tempat untuk berapresiasi tentang seni rupa yang digelarkan.

Cara-cara tersebut sangat efektif guna menjajaki minat masyarakat (publik, penonton) melalui apresiasi seni rupa.

Selain cara-cara tersebut di atas kiranya persoalan yang tidak kalah penting adalah, memberikan motivasi dan rangsangan terhadap minat dan apresiasi masyarakat mengenai seni rupa.

Sudah barang tentu didukung oleh keadaan ekonomi yang seimbang, yang berarti sebagian kebutuhan fisik seperti sandang, pangan, papan dan sebagainya makin terpenuhi. Kondisi ini akan di dukung adanya kebutuhan non fisik

seperti menikmati, minat seni, memiliki karya seni dan sebagainya.

Dari apa yang dijelaskan, dapatlah saya ajukan kesimpulan sementara dalam menjajaki minat seni rupa melalui apresiasi seni bahwa menjajaki (mengetahui sejauh mana) minat (hasrat, keinginan, kemauan, harapan) terhadap seni rupa yang merupakan dorongan bathin (pribadi masyarakat publik). Dalam menanggapi (mengapresiasi) karya seni rupa dipengaruhi oleh ciri-ciri rasa apresiasi dan diperlukan cara-cara menjajaki minat seni rupa. Untuk mengetahui sejauh mana minat terhadap seni rupa, akan makin meningkat perlu dicari cara-cara apresiasi seni rupa ditingkatkan mutunya dan perlu diteliti dahulu.

Bagaimana caranya mengetahui minat terhadap seni rupa, dari lapisan masyarakat yang seperti apa, dimanakah sebenarnya kedudukan dan peran seni rupa dan seterusnya.

 
Berita Pendidikan Lainnya

Video Pilihan


Masjid Tuo Kayu Jao - masjid tertua di Indonesia

SMKN 4 PADANG BEKALI SISWA UNTUK TERJUN KEDUNIA ...

SMK N 4 PADANG MENUJU KEMATANGAN FINANSIAL

Membuat Kalimat Capaian Pembelajaran di SISFO SMK4 ...

KEAHLIAN MASA DEPANKU - MULTIMEDIA SMKN 4 PADANG

Cover lagu Tenang - Yura Yunita

Upacara Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ...

Angkatan 2019 Kriya Kreatif Batik dan Tekstil SMKN 4 ...
Login
Username:

Password:

  Registrasi?
Advance
Selamat Datang :
Guest(s): 0
Member(s): 0
Total Online: 0
NISN
test