Seni Lukis Islam di Tengah-tengah Seni Lukis Moderen

Oleh muharyadi
Selasa, 08 Desember 2009 10:24:20 Klik: 3354 Cetak: 49 Kirim-kirim Print version download versi msword

Anggapan keliru selama ini selalu mengemuka disebagian masyarakat kalangan Islam yang mengatakan, terkesan sangat tertutup untuk kegiatan kesenian, apalagi seni lukis yang menggambarkan makhluk hidup seperti manusia, binatang dan lainnya, tanpa melihat dulu tujuan dan fungsi serta nilai-nilai estetika karya yang terkandung didalamnya di tengah-tengah masyarakatnya.

Pernyataan ini bukan hanya terjadi di Indonesia yang penduduknya mayoritas beragama Islam, disejumlah negara maju dan timur tengah anggapan yang sama juga pernah mengemuka hingga timbul istilah ada kegersangan dalam bidang seni rupa terutama seni lukis apalagi dunia seni patung dengan obyek-obyek bernyawa semisal manusia dan makhluk hidup lainnya.

Namun begitu, pendapat keliru serta kebuntuan berkarya seni rupa ditengah-tengah penduduk muslim dunia, akhirnya lambat laun terjawab juga dimana sejak tahun 1985 seperti yang pernah dicatat para ahli Negara Arab Saudi yang berpenduduk mayoritas muslim akhirnya membuat kejutan besar dalam bidang seni rupa melalui rumah-rumah yang mereka bangun disertai arsitektur kontemporer tanpa meninggalkan “kekhasan” Arab Saudinya dan interior yang tidak tanggung-tanggung yang dikerjakan oleh tangan-tangan artistik dari Eropa diperkaya lukisan-lukisan yang bergantungan mulai dari karya pelukis besar Victor Vasarelly hingga karya-karya pelukis Arab Saudi sendiri.

Dari catatan sejarah yang ada, kemudian juga terjadi kejutan luar biasa dan mencengangkan di Negara timur tengah tersebut manakala ketika berdirinya patung-patung di lokasi atau tempat-tempat strategis di kota Jeddah, Riyadh menuju ke Madinnah dan Mekkah Al Mukarammah, namun diakui patung-patung tersebut tidak terdapat di Masjidil Harram, melainkan di jalan-jalan dari dan menuju ke Mekkah atau Medinah yang patung-patungnya berharga ribuan dollar bahkan ratusan ribu dollar buah karya Hendri Moore, Padmodoro dan pematung kaliber dunia lainnya untuk menghiasi kota.

Patung-patung tersebut berbentuk non realis walau ungkapannya bertitik tolak dari makhluk makhluk hidup, selebihnya merupakan dalam bentuk bejana-bejana khas Arab Saudi yang dimodifikasi termasuk patung-patung realisme dan kaligrafi. Kita ketahui untuk negara-negara Mesir, Irak, Iran, Syria dan beberapa negara berpenduduk Islam lainnya patung-patung dengan obyek manusia utuh sejak lama sudah ada diantaranya patung “penunggang kuda”.

 

Bukan Untuk Kepentingan Agama

 

Kehadi