Al-Quran Menjadi Tema Sentral Lukisan Syaiful Adnan

Oleh Muharyadi
Rabu, 17 Mei 2006 10:57:00 Klik: 4606 Cetak: 70 Kirim-kirim Print version download versi msword
Ditengah-tengah tumbuh dan berkembangnya seni lukis moderen di tanah air, pelukis Syaiful Adnan kelahiran Saningbakar, Solok, Sumatera Barat 5 Juli 1957 yang telah 20 tahun bermukim dan menetap di Yogyakarta mungkin satu diantara sedikit pelukis kaligrafi arab yang tetap eksis di dunianya, hingga mengantarkannya berada dideretan papan atas seni lukis di tanah air.

Syaiful Adnan jebolan SSRI/SMSR Negeri Padang sekarang SMK Negeri 4 (jurusan seni lukis) dan Sekolah Tinggi Seni Rupa Indonesia (STSRI) Yogyakarta ini, mulai menekuni dunia seni lukis kaligrafi Islam sejak tahun 1970-an dengan memiliki gaya baku istilah yang dipakai Syaiful Adnan seperti Thuluth, Naski, Muhaqqaq, Rayhani, Riqa’i, Taqwi atau Magribi yang masing-masingnya memiliki karakter.

Dalam bincang-bincangnya dengan Haluan baru-baru ini di Yogyakarta, bagi Syaiful Adnan melukis didasari kesadaran kulturalnya dengan menempatkan kaligrafi sebagai pilihan guna merefresentasikan memori pribadi dan juga memori kolektif bagi seniman yang menyenangi kecendrungan melukis kaligrafi sebagai pilihan kerja lukis-melukis.

Ditangan pelukis urang awak ini proses kreatif dan beragam dinamika aspek estetis cendrung meluncur dengan tenang. Lihat lukisan-lukisan kaligrafi Islam yang pernah lahir melalui proses pergulatan kreatifnya terlihat memiliki gaya tersendiri, yang tidak pernah dibuat pelukis lain di tanah air. Dasarnya tentulah dilatarbelakangi pemahaman yang kuat terhadap aspek-aspek elementer seperti garis, bidang, warna, tekstur, komposisi dengan mengolah ayat-ayat suci Al-Qur’an menjadi tampilan baru dalam bidang seni lukis.

Sejumlah lukisan kaligrafi Syaiful Adnan yang telah puluhan kali berpameran, tunggal dan kolektif di dalam negeri maupun di luar negeri ini mengetengahkan ayat-ayat suci Al-Qur’an sebagai tema sentral. Ayat-ayat itu dapat dibaca sebagai bentuk refresentasi atas tauhidiah (keyakinan tentang keesaan Allah SWT) danzikir (sebagai konsekwensi dan tauhid).

Keesaan Allah SWT dapat dipahami melalui rangkaian ayat-ayat Al-Qur’an yang memuat tentang segala kemahabesaran, kemahaagungan, kemahaindahan dan lainya. Dari sini lantas karya-karya Syaiful Adnan dijadikan media komunikasi bagi kesadaran penikmatnya dan diri Syaiful Adnan sendiri. Selain itu lukisan Syaiful juga merupakan ekspresi zikir visual, membaca dan mewujudkan terus menerus tentang ayat-ayat Allah.

Dalam penuturan Syaiful Adnan selain persoalan elementer hal yang tak pernah diabaikannya adalah menyangkut idiom-idiom baru dalam ideo plastik yang meliputi masalah secara langsung maupun tidak berhubungan dengan isi atau cita perbahasaan bentuk.

Dalam banyak komentar dan tulisan yang dikemukakan para pengamat maupun kurator, senirupawan maupun sastrawan yang kerap mengintip perjalanan pelukis urang awak ini di peta seni rupa tanah air ini menyebutkan, Syaiful Adnan merupakan satu diantara sedikit penggerak seni Islam generasi kedua setelah dedengkot pendahulunya seperti Admad Sadali, AD Pirous, Amang Rahman dan Amri Yahya.

Hal yang menarik lainnya, ditengah-tengah gemerlapnya kehidupan finansial pelukis terutama di Yogyakarta, Jakarta dan beberapa kota besar lainnya, Syaiful Adnan tetap sederhana dalam banyak hal, peformance penampilan, finansial dan lainnya.

Seperti diakui Syaiful Adnan saya tidak terbuai pada persoalan manisnya nilai-nilai budaya sekuler. Kemampuan berolah seni melalui seni lukis kaligrafi Islam membuat saya makin dekat dengan-Nya. Syaiful memang menjadi catatan sejarah dan membuat sejarah dalam percaturan seni lukis di tanah air. ***

 
Berita Tokoh dan Seniman Lainnya
. In Memoriam KASMAN KS, PEMATUNG MODEREN ITU KINI TELAH TIADA
. Senyum Lukisan Monalisa Dah Ketemu!
. Van Gogh Pelukis Sensasional
. Kesederhanaan yang Serius pada Lukisan Dwi Agustyono
. Menimbang Lukisan Konservasi Amrianis
. Kejelian Amrianis dalam Menangkap Ide
. Menyampaikan Pesan Melalui Garis dan Warna ?
. Prof. Dr. Bambang Sudibyo, MBA. Pendidikan Seni Penting
. Oesman Effendi Menggugat Seni Lukis Indonesia
. BUNG KARNO dan SENI RUPA
Login
Username:

Password:

  Registrasi?
Select One Theme :
Selamat Datang Tamu!
Guest(s)online: 1

No Members are currently logged in.
Mei
  Sn Sl Rb Km Jm Sb Mg
>   01 02 03 04 05 06
> 07 08 09 10 11 12 13
> 14 15 16 17 18 19 20
> 21 22 23 24 25 26 27
> 28 29 30 31      



Kegiatan Minggu ini

Tidak ada kegiatan minggu ini


Cari kegiatan...



Kegiatan Hari Ini

Tidak ada kegiatan hari ini
Links Exchange






RSS




Nama*
Email
Pesan*
Code
   *wajib diisi

Arsip Berita
April 2005
Mei 2005 20 
Juni 2005
Juli 2005
Agustus 2005
September 2005 10 
Oktober 2005
Nopember 2005
Desember 2005
Januari 2006
Februari 2006
Maret 2006
April 2006
Mei 2006
Juni 2006 10 
Juli 2006
Oktober 2006
Februari 2007
Maret 2007
April 2007
Mei 2007 10 
Juni 2007
Juli 2007
Agustus 2007
September 2007
Oktober 2007
Nopember 2007
Desember 2007
Januari 2008
Maret 2008
Mei 2008
Juni 2008
Juli 2008
September 2008
Nopember 2008
Januari 2009
Februari 2009
Maret 2009
Juni 2009
September 2009
Desember 2009
Januari 2010
April 2010
Mei 2010
Juli 2010
Agustus 2010
September 2010
Juni 2011
Oktober 2011
Nopember 2011
Februari 2012
Mei 2015
Mei 2017
Mei 2018