In Memoriam KASMAN KS, PEMATUNG MODEREN ITU KINI TELAH TIADA

Oleh muharyadi
Selasa, 08 Desember 2009 10:47:28 Klik: 3024 Cetak: 36 Kirim-kirim Print version download versi msword
Klik untuk melihat foto lainnya...

Diantara patung-patung modern berupa karya monumental di sejumlah daerah di tanah air beberapa diantaranya merupakan buah karya pematung Kasman KS, urang awak yang juga pernah menjabat PR (pembantu rektor) III Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta beberapa tahun silam. Dan bukan hanya itu berkat kemampuan intelektual dan prakteknya bersama sang empu pematung Edhi Sunarso dosen yang juga guru bagi Kasman KS banyak membimbing urang awak yang menempuh pendidikan di jurusan seni patung ASRI (ISI) Yogyakarta.

Hal menarik dari konsep karya Kasman KS (55 th) ini manakala karya-karya tiga dimens hasil penjelajahan krativitasnya meluncur dengan tenang diantaranya mengungkapkan ruang pada karya patung merupakan salah satu persoalan estetika yang menarik untuk diangkat kepermukaan hingga mampu menjelma menjadi problematika unik dan tersendiri.

Kasman Ks, kelahiran Batu Kambing, kabupaten Agam, Sumatera Barat 19 Desember 1954 itu adalah sedikit dari pematung urang awak yang merupakan generasi penerus seni patung modern di tanah air, selain beberapa nama lain asal Sumatera Barat seperti Syahrizal Koto, Herry Maizul, Albara, Yusman KS, Yulhendri dan beberapa nama lain yang kini bermukim dan berkarya di Yogyakarta.

Jim Supangkat pernah menyoal pertumbuhan dan perkembangan seni patung modern di tanah air ditandai dengan berbagai perubahan dan penafsiran ditandai 3 (tiga) gejala awalnya, yakni (1).  Akibat percobaan sejumlah pelukis membuat patung sebagai usaha mencari mencari media ekspresi lain. (2). Pembuatan patung untuk melayani kebutuhan mendirikan monumen-monumen di tanah air dan (3) Akibat perkembangan jurusan seni patung di perguruan tinggi seni di tanah air.

Dari kebutuhan monumen dan perkembangan jurusan seni patung di perguruan tinggi di tanah air, orang tak melupakan nama sang maestro Edhi Sunarso yang banyak mendidik dan membina mahasiswanya semasa di ASRI (ISI) Yogyakarta di era tahun 1970 hingga 1980 an, termasuk Kasman KS lulusan SSRI/SMSR Negeri Padang (1974). Selain berkarya kreatif, Kasman KS juga banyak dipercaya Edhi Sunarso menggarap sejumlah monumen-monumen penting di tanah air, diantaranya “Diorama Monumen Lubang Buaya, Jakarta”,”Monumen Yogya Kembali” dan sejumlah monumen penting lainnya.

Membuat patung monumen di tanah air mengalami kemajuan cukup pesat pada era Edhi Sunarso yang mayoritas menggarap monumen-monumen bersejarah di berbagi kota besar tanah air. Dari sini Kasman KS dan lainnya menimba ilmu, bagaimana menyempurnakan kemampuan menyalin bentuk realitas, mempertinggi efek emosional dengan memonjolkan ekspresi, semangat dan aspek bentuk lainnya. Hal semacam ini pun selain dalam bentuk karya monumental, pada karya-karya patung individual Kasman KS turut mempengaruhi dan menjadi bagian terpenting untuk wilayah kreatif Kasman KS di karya-karyanya.

Banyak karya-karya menarik lahir di tangan Kasman KS melalui wilayah kreatifnya, baik saat menjadi mahasiswa ASRI (ISI) Yogyakarta maupun ketika dosen di almamaternya hingga beberapa tahun terakhir. Kini semua itu hanya menjadi saksi bisu setelah Kasman KS menghembuskan nafas terakhirnya di kediamannya Jalan Nakulo No. 49 Yogyakarta, selasa 10 Nopember 2009 pikul 5.30 pagi akibat penyakit ginjal dan gula yang dideritanya sejak 2 tahun terakhir.

Kasman KS salah seorang alumni senior SSRI/SMSR Negeri Padang (1974) dan mantan PR I ASRI (ISI) Yogyakarta itu meninggalkan 1 isteri dan 3 anak yang dikebumikan hari itu juga di komplek pemakaman seniman Imogiri Yogyakarta dihadiri ratusan kerabat dekat almarhum, kalangan ISI Yogyakarta dan lainnya.

Selamat jalan Kasman KS. *** 

Muharyadi, Pendidikan, pengamat masalah seni dan jurnalis.

 
Berita Tokoh dan Seniman Lainnya
. Senyum Lukisan Monalisa Dah Ketemu!
. Van Gogh Pelukis Sensasional
. Kesederhanaan yang Serius pada Lukisan Dwi Agustyono
. Menimbang Lukisan Konservasi Amrianis
. Kejelian Amrianis dalam Menangkap Ide
. Menyampaikan Pesan Melalui Garis dan Warna ?
. Al-Quran Menjadi Tema Sentral Lukisan Syaiful Adnan
. Prof. Dr. Bambang Sudibyo, MBA. Pendidikan Seni Penting
. Oesman Effendi Menggugat Seni Lukis Indonesia
. BUNG KARNO dan SENI RUPA
Login
Username:

Password:

  Registrasi?
Select One Theme :