Bernilainya Seni

Oleh Windy
Jumat, 11 Mei 2007 11:31:53 Klik: 5083 Cetak: 130 Kirim-kirim Print version download versi msword

 Segala kebaikan dan keindahan merupakan hal yang diberikan Tuhan terhadap alam, dan manusia adalah satu-satunya mahluk hidup ciptaan-Nya yang mampu merasakan keindahan baik yang ada di alam maupun yang tidak tampak (khayal) menjadi sebuah karya yang memiliki nilai estetis layaknya keindahan tersebut

Pada zaman dahulu manusia sudah mencoba menciptakan sebuah karya seni seperti simbol atau gambar pada dinding gua ditempat mereka tinggal, walaupun yang pada gambar atau simbol itu dibuat mereka bukan dengan tujuan karya seni. Kajian manusia saat inilah yang mengkategorikan bahwa itu adalah karya seni, dapat dipikirkan “bagaimana bisa manusia purba pada saat itu menghasilkan sebuah bentuk yang menyerupai alam dan darimana dorongan untuk menghasilkan hal tersebut timbul hanya dari pemikiran yang sederhana”.Dapat kita telusuri bahwa sejak dahulu manusia telah diberi kemampuan oleh Tuhan untuk merasakan keindahan dengan pemikiran yang sederhana hingga pikiran manusia yang berkembang pesat saat sekarang ini.

Pandangan terhadap seni pada saat ini bukan hanya sebatas yang terdapat dari alam tetapi juga hal yang tak tampak dan yang bersifat abstrak sehingga keindahan menjadi dorongan yang bagi mahluk memiliki pemikiran untuk menciptakannya. Kita tak dapat berpaling dari hal tersebut, seni akan mempengaruhi pikiran pembuat dan yang melihatnya sehingga terjadi pengungkapan perasaan yang menghasilkan interaksi. Luasnya pandangan terhadap seni memberikan kepuasan bagi pembuat untuk berekspresi menciptakan karya yang mempunyai sifat bermacam-macam seperti naturalis, realis, abstrak, dll.

Zaman yang sudah semakin berkembang membuat seni memasuki berbagai bidang ,dapat dilihat pada baju perang zaman Yunani, Romawi, dan kerajaan-kerajaan di Indonesia yang memakai motif ornamen dan juga pada istana mereka yang dihiasi karya seni dan tanaman bunga. Manusia mampu memberi sentuhan seni pada benda apapun dan dapat dinikmati oleh mereka. Sebuah contoh, anda tentu mengetahui permainan sepak bola bagi para peminatnya permainan ini merupakan suatu bentuk kesenian karna terdapatnya unsur ekspresi dan emosi pada saat permainan ini berlangsung. Peran wasit dalam sepakbola tentu kita sudah tidak asing lagi, padahal saat sekarang ini dengan teknologi yang canggih seperti kamera yang ada disetiap sudut lapangan sudah mampu menjadi wasit pertandingan dan lebih akurat dibandingkan manusia. Mungkin yang menjadi alasan federasi sepakbola dunia tidak menggunakan kamera sebagai wasit pertandingan, karna wasit manusia mampu memberikan sentuhan emosi pada olahraga itu seperti kesalahan dalam mengambil keputusan yang merupakan seni yang tidak bisa dicapai dengan keakuratan kamera, serta tidak menjadikan kekakuan dalam sepakbola yang jika kamera sebagai wasit maka kesalahan pemain terlihat terlalu jelas. Hal seperti kecurangan, pengaturan skor dan konspirasi menjadikan sepakbola olahraga yang semakin diminati diseluruh dunia karna terjadinya rasa empati dari suporter terhadap klub idolanya yang dilanda masalah tersebut.

Begitu juga sebuah karya seni yang didalamnya terdapat rasa emosi dan ekspresi hasil penyampaian kreator kepada orang yang melihatnya. Tingginya nilai sebuah karya seni di akibatkan oleh rasa yang ada di hati sang kreator dan kemudian dituangkan menjadi karya seni. Seperti karya seni lukis didalam setiap garis, warna, dan tekstur menggambarkan suasana hati pelukis apakah ia sedang sedih ataupun gembira yang kemudian dipahami oleh orang yang melihatnya sehingga merasakan hal yang sama seperti si pelukis. Kesamaan perasaan ini menjadi sebuah ekspresi yang universal yang dapat dirasakan sehingga karya seni menjadi sangat bernilai.

 
Berita Wawasan Seni Lainnya
. Between Techniques and Instinctive Framing: 9 Windu Jeihan
. Putusnya Rantai Sejarah Budaya
. Bentuk, Kreativitas dan Penjelajahan Kemungkinan
. Realis Minimalis Menjadi Trend Karya Pelukis Muda
. Typography-Pendahuluan
. Beowulf: Pahlawan Animasi Senyata Manusia Asli
. Raden Saleh, Seniman dan Bangsawan
. Seniman Antara Idealisme dan Pasar
. Pengertian Seni Secara Umum dan Sejarahnya
. Kritikus Seni Rupa Jembatan Masyarakat?
Login
Username:

Password:

  Registrasi?
Select One Theme :
Selamat Datang Tamu!
Guest(s)online: 2

No Members are currently logged in.
  Sn Sl Rb Km Jm Sb Mg
> 02 03 04 05 06 07 08
> 09 10 11 12 13 14 15
> 16 17 18 19 20 21 22
> 23 24 25 26 27 28 29
> 30 31          



Kegiatan Minggu ini

Tidak ada kegiatan minggu ini


Cari kegiatan...



Kegiatan Hari Ini

Tidak ada kegiatan hari ini
Links Exchange






RSS




Nama*
Email
Pesan*
Code
   *wajib diisi

Arsip Berita
April 2005
Mei 2005 20 
Juni 2005
Juli 2005
Agustus 2005
September 2005 10 
Oktober 2005
Nopember 2005
Desember 2005
Januari 2006
Februari 2006
Maret 2006
April 2006
Mei 2006
Juni 2006 10 
Juli 2006
Oktober 2006
Februari 2007
Maret 2007
April 2007
Mei 2007 10 
Juni 2007
Juli 2007
Agustus 2007
September 2007
Oktober 2007
Nopember 2007
Desember 2007
Januari 2008
Maret 2008
Mei 2008
Juni 2008
Juli 2008
September 2008
Nopember 2008
Januari 2009
Februari 2009
Maret 2009
Juni 2009
September 2009
Desember 2009
Januari 2010
April 2010
Mei 2010
Juli 2010
Agustus 2010
September 2010
Juni 2011
Oktober 2011
Nopember 2011
Februari 2012
Mei 2015
Mei 2017
Mei 2018