Kritikus Seni Rupa Cenderung Tak Obyektif

Oleh Kompas Cyber Media
Selasa, 16 Agustus 2005 17:52:06 Klik: 2771 Cetak: 70 Kirim-kirim Print version download versi msword
Agak sulit menemukan kritikus seni rupa yang benar-benar independen, karena sebagian besar di antara mereka bekerja sebagai kurator di galeri privat. Padahal sesungguhnya kritikus dibutuhkan untuk mentransformasikan ide-ide seniman kepada khalayak secara obyektif.


Demikian terungkap pada hari terakhir Simposium Kritik Seni 2005 di Galeri Cipta 3 Taman Ismail Marzuki, Jumat (24/6). Simposium dua hari itu diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jakarta.

Kurator yang juga bisa berperan sebagai kritikus, bagaimana bisa sebagai penilai dan pengamat seni yang obyektif kalau dirinya juga sering dipakai oleh galeri privat, kata perupa dan penulis seni rupa FX Harsono, yang jadi pembicara bersama dosen seni rupa Institut Teknologi Bandung (ITB) Aminudin TH Siregar.


Meski tidak ada kritik yang benar-benar obyektif, kata Harsono, namun setidak-tidaknya mampu melahirkan analisis yang tidak memihak kepada salah satu pihak yang dominan. Demikian juga, sulit rasanya untuk benar-benar terbebaskan dari dominasi. Kekuasaan yang mendominasi memang sulit dikenali sosoknya secara jelas. Sehingga untuk menjelaskan apakah seseorang terkooptasi atau tidak, juga tidak bisa tampak dengan jelas, tuturnya.

Kritikus dibutuhkan.


Mengacu kepada pandangan kritikus seni rupa dasawarsa 1940-an S Sudjojono, Siregar menggarisbawahi pentingnya posisi kritikus yang berdiri di antara seniman dan khalayak. Seniman butuh kritikus yang sanggup mentransformasikan ide-idenya kepada khalayak.

Akan tetapi, pada kenyataannya para kritikus cenderung bersikap pasif, yang justru berpotensi memperlebar jarak antara seniman dan khalayak.


Sikap pasif para kritikus, kata Siregar, terlihat dari inkonsistensinya dalam penggunaan istilah-istilah untuk menggantikan istilah kritikus.


Pada ujung tulisan kritik seni rupa, lebih banyak dijumpai identitas baru penulisnya seperti pengamat seni rupa, pemerhati seni, aktivis seni, kurator independen, penulis seni, pemantau seni, pengulas seni, dan sebagainya.


Istilah-istilah pengganti itu cenderung menempatkan kritikus tidak ingin menempuh risiko dan secara psikologis menyembunyikan status serta posisi dirinya di hadapan khalayak. Mereka seolah berada jauh di belakang dan tidak lagi aktif men-drive seniman, papar Siregar, yang jadi kurator di Galeri Soemardja.

Siregar berpendapat, dengan memproduksi istilah-istilah pengganti, situasi demikian menjadikan kritikus seolah bebas nilai dan seolah netral. Padahal kerja dan profesi kritikus semestinya berpihak pada perkembangan seni rupa dan mengungkap kebenaran.


Kritikus yang seolah tampak netral dengan mengubah-ubah predikat dirinya, cenderung memilih diam demi kehati-hatian dalam suatu kasus di arena seni rupa. Di sisi lain, dalam situasi netral itu, seorang kritikus bisa loyal terhadap galeri atau seniman tertentu. Ini tidak sehat, ungkap Siregar. (LAM)


 
Berita Pameran Lainnya
. BENTUK, ISI DAN KHAT ARAB DALAM RANAH ESTETIKA
. Between Techniques and Instinctive Framing: 9 Windu Jeihan
. 354 Seniman Tampilkan Karya di Manifesto
. Dari Mana Pentagona?
. Pengaruh Gempa Terhadap Pameran Seni Rupa
. Membedah Bocah Zirwen
. Dari Realisme Hingga Religiusitas
. Genta Plus, Ideologi Kreatif, dan Paguyuban
. Minimalis Padang di Lampung
. Meminang Minangkabau yang Mulai Membatu
Login
Username:

Password:

  Registrasi?
Select One Theme :
Selamat Datang Tamu!
Guest(s)online: 5

No Members are currently logged in.
  Sn Sl Rb Km Jm Sb Mg
> 02 03 04 05 06 07 08
> 09 10 11 12 13 14 15
> 16 17 18 19 20 21 22
> 23 24 25 26 27 28 29
> 30 31          



Kegiatan Minggu ini

Tidak ada kegiatan minggu ini


Cari kegiatan...



Kegiatan Hari Ini

Tidak ada kegiatan hari ini
Links Exchange






RSS




Nama*
Email
Pesan*
Code
   *wajib diisi

Arsip Berita
April 2005
Mei 2005 20 
Juni 2005
Juli 2005
Agustus 2005
September 2005 10 
Oktober 2005
Nopember 2005
Desember 2005
Januari 2006
Februari 2006
Maret 2006
April 2006
Mei 2006
Juni 2006 10 
Juli 2006
Oktober 2006
Februari 2007
Maret 2007
April 2007
Mei 2007 10 
Juni 2007
Juli 2007
Agustus 2007
September 2007
Oktober 2007
Nopember 2007
Desember 2007
Januari 2008
Maret 2008
Mei 2008
Juni 2008
Juli 2008
September 2008
Nopember 2008
Januari 2009
Februari 2009
Maret 2009
Juni 2009
September 2009
Desember 2009
Januari 2010
April 2010
Mei 2010
Juli 2010
Agustus 2010
September 2010
Juni 2011
Oktober 2011
Nopember 2011
Februari 2012
Mei 2015
Mei 2017