354 Seniman Tampilkan Karya di Manifesto

Oleh arif
Kamis, 22 Mei 2008 11:00:41 Klik: 2665 Cetak: 94 Kirim-kirim Print version download versi msword
Sebanyak 354 seniman, dari 15 provinsi yang masih eksis dari angkatan 1960-an sampai sekarang, memamerkan karyanya dalam Manifesto, Pameran Besar Seni Rupa Indonesia, yang dibuka mulai Rabu (21/5) malam. Karya yang ditampilkan cukup beragam, ada karya berupa lukisan, patung, grafis, multimedia dan instalasi, hingga karya-karya seni media baru, seperti video dan foto.

Pameran ini dikuratori Jim Supangkat, Rizky A Zaelani, Kuss Indarto, dan Ffarah Wardani.

Jim Supangkat mengatakan, pameran ini adalah manifesto artistik yang sekaligus membawa kesadaran nasional dalam bingkai persepsi dan ekspresi ”art” sekaligus ”seni”.

”Tajuk Manifesto pameran ini tidak dimaksudkan untuk menampilkan suatu konsep seni rupa Indonesia atau suatu pemikiran seni yang menelurkan formulasi seni beridentitas Indonesia. Pameran Manifesto mengangkat pengertian ’seni’ dan ’seni rupa’ yang subversif dari dunia ’bawah tanah’ ke permukaan dan menjadikannya keyakinan utama dalam praktik seni rupa dan pembacaan karya seni rupa,” katanya.

Pelukis yang memamerkan karyanya antara lain Zirwen, Sigit Santoso, Ivan Hariyanto, Eduard, Misbach Tamrin, Teguh Ostenrik, Nasrul, Chusin Setiadikara, M Yatim, dan Joko Sulistiono.

Bersamaan dengan pembukaan pameran Manifesto, juga diresmikan patung ruang publik penanda baru Galeri Nasional Indonesia yang berjudul ”Tangan” (Hand) karya Prayitno Saroyo, seniman kelahiran Semarang, 12 Januari 1957.

Menurut Kepala Galeri Nasional Tubagus ”Andre” Sukmana, patung ”Tangan” terpilih dari 58 karya dari 53 pematung.

Menurut Tubagus, patung monumental ”Tangan” diperlukan dalam rangka mempertegas Galeri Nasional Indonesia sebagai salah satu landmark yang berada di kawasan budaya, Jakarta.

Galeri Nasional Indonesia, yang mempunyai koleksi 1.700 karya, mulai dari karya Raden Saleh hingga seniman yang lebih muda, adalah salah satu lembaga kebudayaan yang menangani perlindungan dan pengembangan koleksi seni rupa.

Sumber: Kompas edisi Kamis, 22 Mei 2008(NAL)
 
Berita Pameran Lainnya
. BENTUK, ISI DAN KHAT ARAB DALAM RANAH ESTETIKA
. Between Techniques and Instinctive Framing: 9 Windu Jeihan
. Dari Mana Pentagona?
. Pengaruh Gempa Terhadap Pameran Seni Rupa
. Membedah Bocah Zirwen
. Dari Realisme Hingga Religiusitas
. Genta Plus, Ideologi Kreatif, dan Paguyuban
. Minimalis Padang di Lampung
. Kritikus Seni Rupa Cenderung Tak Obyektif
. Meminang Minangkabau yang Mulai Membatu
Login
Username:

Password:

  Registrasi?